Looking for the Happily Ever After through the Magic of Everyday... <body>

kukatakandenganindah
read my profile
sign my guestbook

Visit kukatakandenganindah's Xanga Site!

Name: Langkah Peri


Expertise: beauty & terror
Industry: Perilous Realm


Message: message me


Member Since: 1/21/2006

SubscriptionsSites I Read
sil3ntprayer
iooooooot
owenforjesus

Posting Calendar

|<< oldest | newest >>|
view all weblog archives

Get Involved!

Suggest a link

Recommend to friend

Create a site

Friday, March 28, 2008

pujangga semusim

yah, sepertinya aku masih terlalu muda,
seorang pemikir, penulis bebas, idealist dan realist,
sebagai seorang pemimpi yang sering berusaha
untuk terus hidup dalam dunia yang tak karuan ini

meski aku tak tahu soal apa pun
kecuali tentang cinta dan kehidupan
hanya warna dan detik detik aksara
menari dalam gelungan khayalan ini

namun apapun keadaan yang terjadi sekalipun
aku akan terus mencipta ruang-ruang
untuk hidup dengan penuh kata kata
sepanjang hayat yang ada,
sedalam nafas yang terhembus



Wednesday, January 16, 2008

kram otak

di antara ramai penuh sorak sorai
ku insyafi diriku,
dimana sepi memagut nyawa

kulihat kesendirian merenggut jiwa
mereka bilang semua segera berlalu
layaknya topeng palsu mengubur kelu

aku hanya pengembara..
yang menunggunya menghampiriku
aku hanya penikmat hari..
yang merindunya menghempasku
atau sebaliknya


tawa, tapi malah bertanya
tawa ini untuk siapa
bahagia, adakah sebabnya
jikapun bahagia memang ada

hampa..
hening..
hambar..
hilang..



Monday, December 03, 2007

hanya manusia..

ini cerita malam hari
saat mentari lelap bermimpi
dan bumi masih saja menanti..

sepertinya malam tidak lelah bergumam
lalu untuk apa dia terus tenggelam?
mungkin kelam tidak juga mampu tuk menghilang
namun mengapa tak segera bangkit temui pagi menjelang?

jadi jangan salahkan mentari yang kian bersembunyi
dan bukan berarti bumi lantas bersalah
ketika semesta mulai menggulirkan cerita

kurindu tuk diingini..
kurindu tuk dirindui..
mungkin ku dibutakan oleh banyak kerlipan semu..
namun ku masih menunggu tuk mengecup lagi seruan sendu

ini bukan ketidakpastian
hanya memang waktu belum cukup mengada..


Tuesday, October 16, 2007

kukatakan dengan indah


jika kau dahaga,
aku hanyalah setetes embun

jika kau lapar,
aku hanyalah remah-remah

jika kau hampa,
aku hanyalah sehela napas

jika kau butuh impian
aku hanyalah fatamorgana

bagi mereka
aku adalah setitik tinta hitam
di antara ribuan lantunan puisi dan lagumu..

bagi kamu?



kelam

berapa lama lagi?
kutanya pada malam
pada matahari pagi bersinar terang
pada lautan luas mendada
pada belantara menghijau tebal

berapa lama lagi?
berapa kali lagi!
seumur hidup kuhidup tersembunyi
yang menderita karena ketertutupan manusiawi

berapa banyak lagi…
harapan yang mulai terkulai lemah
berat hati menerima kenyataan
sendu, pilu, mengiris rasa
bayang bayang terus menerus menutupi langkahku

berapa banyak lagi..
segala isyarat tuk tetap menggelap,
membuncah dalam gambar tanpa warna
yang berusaha menutupi air mata..

berapa...
lagi....



Next 5 >>